Langsung ke konten utama

Postingan

Ahmadiyah Kafir, Sesat dan Menyesatkan? Tak Kenal Maka Tak Toleran

Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata Manis Lor, Konflik, dan Ahmadiyah? Dekade 2002-2008, publik kita digentarkan oleh berita pembakaran, pengrusakan, dan penyegelan beberapa masjid milik kelompok Ahmadiyah yang berada di Ds. Manis Lor, Jalaksana, Kuningan. Sebenarnya apa sih Ahmadiyah itu sampe beberapa ormas men-cap kelompok ini sebagai kelompok beraliran sesat, kafir, dan melenceng dari paham agama Islam? Tanggal 15 Mei kemaren, alhamdulillah kita berkesempatan mengunjungi daerah yang katanya 'rawan konflik' oleh sebagian media massa. Kita berangkat dari Bandung pukul 04.00 (walaupun, di pesan yang disiarkan pada sore hari sebelumnya menyatakan bahwa keberangkatan dari Bandung pukul 03.30). Indonesia banget, menggunakan jam karet. Hahaha. Mungkin aneh kali ya, kalau kita berangkat tepat waktu.. :v Kita sendiri berjumlah 26 anak, yang merupakan perwakilan dari tiga jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Uninus, yakni Jurnalistik, Public ...

Bukit Unggul : Bukti Kita Urang Gauuuuuullll

Minggu kali ini kita berkesempatan ke Bukit Unggul. Namanya tidak sepopuler Bukit Moko, Bukit Bintang, Bukit Tinggi ataupun Bukit Timah di Singapura. Muehehe.. Kenapa kita memilih ke Bukit Unggul? Pertama, kita memang sengaja nyari tempat yang tidak terlalu jauh dari kota Bandung, then nyari tempat yang bersahabat dengan kantong.. Huhu :( Sehari sebelumnya, Jum'at (8/4) gue bareng kedua temen rencanain akan pergi bareng jam 9 WIT (Waktu Indonesia Terserah kita) dan titik kumpul di Cicaheum dengan alasan mudah dijangkau dari segala arah dan juga lebih dekat dengan tempat yang akan kita tuju.. Sesuai dengan kesepakatan menggunakan standar WIT, alhasil kita baru kumpul jam 10.00 (Untung cuma telat 60 menit). Howahaha.. Sebelumnya kita buta info akan tempat yang akan dituju, berbekal referensi dari berbagai ahli diperbantukan oleh peta digital mbah google (baca : google maps). Yang gue raba-raba :-D sesuai dengan namanya kita akan menjumpai daerah perbukitan yang berada di ping...

Perjalanan 11 Jam : Curug Cimahi dan Floating Market

4 tahun menetap di Bandung baru kali ini nympetin main ke Floating Market dan Curug Cimahi, Lembang. Bukan tanpa sebab sih, selama ini niatan untuk 'hang out' itu selalu ada. Cuman ada saja batasan-batasannya, dari ngga ada transportasi lah, ngga ada duit lah, ngga ada cewe lah, belum punya mertua lah, ngga dibolehin tetangga lah, bla bla. Kalau untuk sekarang, hambatan terbesar itu 'waktu'. Bahkan, gara-gara 'TIME' ini gue harus rela disindir dosen karena hobi banget telat ngumpulin tugas.. ''Maaf pa, telat ngumpulin'' ''Oh iya, kenapa telat'' jawab dosen ''Sibuk pa'' ''Sesibuk apa sih sampe ngga sempet ngerjain tugas?'' dosen mulai kepoo, udah kaya cewe yang lagi PMS nanyain cowoknya ''Sesibuk apa sih sampe kamu ngga ada waktu buat ngabarin aku, aku tuh ngga bisa diginiin. Kita putus!'' Jreeeeeenngggg, padahal sejam sebelumnya chat via whatshap sayang-sayang-an >.< ...

Ahok dan Fenomena Kepemimpinan Non-Muslim

Basuki Tjahaja Purnama kembali menarik perhatian publik. Sosok yang dikenal dengan Ahok ini bersama relawan pendukungnya memantapkan langkah untuk menuju tangga DKI 1 hingga 2022 mendatang. Bukan hal mudah bagi seorang Ahok dalam memuluskan pencalonannya. Dari pantauan di jejaring sosial, isu agama masih menjadi perdebatan sengit diantara pendukung dan yang menolak. DKI Jakarta notabene mayoritas penduduknya beragama Islam, sedang Ahok seorang Nasrani. Bagaimana sebenarnya pandangan Islam dalam melihat fenomena kepemimpinan non-muslim? Dalam buku terbitan Graha Ilmu tentang ‘Partai Politik Islam’ tulisan Ridho Al Hamdi. Ada beberapa kriteria dan syarat pemimpin menurut para cendekiawan muslim. Pada masa pertengahan Islam, Ibnu Khaldun menyebutkan lima syarat kepala Negara yakni memiliki pengetahuan yang luas, adil, mampu melaksanakan tugas, sehat fisik dan memiliki pancaindera yang lengkap serta berasal dari kaum Quraisy (keturunan Nabi). Pendapat terus berkembang, Ibnu T...

Catatan 3 Jam : Nyasar di Jalan 1 Arah Cihampelas, Mampir ke Teras Cikapundung, Berkunjung ke Balaikota

Lama vakum di Blog, baru nyempetin ngabsen coretan di Tahun Monyet Api. Awalnya sih tujuan kita cuman mau ke Pameran Foto Jurnalistik karya Dedi Sugandi (wartawan senior PR) tanggal 16-19 Maret di Novotel Hotel, Cihampelas. Berhubung kita 'non-pribumi' alias bukan asli Bandung alhasil perjalanan menuju ke tekape terasa seperti pencarian kitab suci ke barat. Padahal di Bandung udah 4 tahun lebih, tapi tetep aja nyasar. Berikut kronologisnya, selamat menyimak.. :-D  13.00 : Dari Kampus ke Cihampelas, via Pasopati 13.30 : Cihampelas muter-muter nyari lokasi, buka google map tidak memungkinkan ( yang satu lelet, satunya lagi ga ada kuota ) :v 13.50 : Nyampe Novotel > masuk lobby > cilang cileung :3 14.00 : Balik dari Novotel > Teras Cikapundung (Baru sempet nengokin, katanya bagus) :v 14.10 : Cihampelas - Dayang Sumbi, via Tamansari ditutup ada wisuda Unisba 14.15 : Dayang Sumbi, mampir ke Teras Cikapundung. Masih satu lokasi sama Baksil ...

Tahun baru, semangat baru. Yuhuuu.. :-D

Ini tahun ketiga merayakan pergantian tahun di kota orang, lebih tepatnya sih di kota kembang hombase mojang-mojang cantik asal priyangan. Kota yang menjadi saksi perKEMBANGan diriku dari masa anak-anak SMK yang labil, menjadi remaja menuju dewasa yang sedikit tengil. Awalnya sih merantau ke kota ini tujuannya cuman satu, yakni untuk bekerja, ngga ada niatan untuk sekolah lagi, apalagi untuk mencari sosok pengisi kekosongan hati.. J 2012 : Beberapa bulan bekerja di sebuah perusahaan swasta berbasis telekomunikasi, menuntut diriku untuk lebih mengeksplor diri. Sempat deg-degan apakah pengajuan aku untuk kuliah lagi ke perusahaan akan digagalkan atau diterima dengan sikap penuh pengertian. Hal ini juga sempat menjadi pro-kontra dalam keluarga, karena ibu awalnya keberatan dengan pilihan ini di lain pihak ayah mendorong mati-matian supaya aku bisa kuliah. Sedang, pas itu aku menjadi tenaga cadangan yang diperbantukan untuk menopang sebelah beban kebutuhan keluarga. Setelah dipikir-p...

Cerita Singkat ke Pikiran Rakyat

Selasa kemaren, gw bareng perwakilan anak-anak redaksi Jarkom (Jaringan Reportase FIKOM) diberi kesempatan untuk persentasi proposal untuk mengisi rubrik kampus di salah satu koran terbesar di Jawa Barat, Pikiran Rakyat. Rencananya kalo ini sukses, kedepannya bisa menjadi modal awal untuk mengisi koran-koran lokal syukur-syukur kalo media nasional atau bahkan intenasional. It's awesome to ours. Haha :-D Dari kampus ke kantor PR memakan waktu hampir satu jam dengan naik angkutan massal berskala nasional, angkot. Ditambah jalan sedikit dari simpang lima ke arah gedung merdeka, cukup bikin betis yang peot keliatan berotot.. Nyampe di PR, kita harus menunggu sekitar 60 menit lebih untuk bertemu redaktur pelaksana. Jenuh dan bosen bersatu padu, kalo kayak gini waktu dimana putusnya urat malu, saatnya untuk ber-selfie dulu. Sembari meyakinkan wajah yang pas-pasan, biar tidak memalukan. Diliatin beberapa pegawai yang lewat, tak menyurutkan kita untuk taubat dari foto-foto terlaknat.....