Langsung ke konten utama

Bukit Unggul : Bukti Kita Urang Gauuuuuullll

Minggu kali ini kita berkesempatan ke Bukit Unggul. Namanya tidak sepopuler Bukit Moko, Bukit Bintang, Bukit Tinggi ataupun Bukit Timah di Singapura. Muehehe..

Kenapa kita memilih ke Bukit Unggul? Pertama, kita memang sengaja nyari tempat yang tidak terlalu jauh dari kota Bandung, then nyari tempat yang bersahabat dengan kantong.. Huhu :(

Sehari sebelumnya, Jum'at (8/4) gue bareng kedua temen rencanain akan pergi bareng jam 9 WIT (Waktu Indonesia Terserah kita) dan titik kumpul di Cicaheum dengan alasan mudah dijangkau dari segala arah dan juga lebih dekat dengan tempat yang akan kita tuju..

Sesuai dengan kesepakatan menggunakan standar WIT, alhasil kita baru kumpul jam 10.00 (Untung cuma telat 60 menit). Howahaha..
Sebelumnya kita buta info akan tempat yang akan dituju, berbekal referensi dari berbagai ahli diperbantukan oleh peta digital mbah google (baca : google maps). Yang gue raba-raba :-D sesuai dengan namanya kita akan menjumpai daerah perbukitan yang berada di pinggiran kota. Stop, cuma sampai segitu..!!

Setelah yakin tidak ada lagi yang tertinggal, kita bertiga dengan menggunakan dua motor langsung meluncur ke TKP. Patokan dari bawah ada di Alun - Alun Ujung Berung, berhubung kita dari arah barat kita langsung ambil arah ke kiri dan akan menemui Jl. Cigending, ikuti saja jalan yang lurus. (WARNING! Tiap pagi biasanya macet, harus sabar jalan kecil hanya bisa dilalui dua mobil bolak balik..

Terus? Masih lanjut lah, seperti kata pepatah jalan masih panjang, menanjak dan terus terus terus menanjak. Ini gambaran kecil topografi di perjalanan, beberapa kali matic yang gue pake ga kuat dan harus rela didorong. Dorong dorong dorong dorong..

Untungnya sebagian besar jalan yang dilalui sudah beraspal jadi enak untuk dilalui. Gue masih belum sadar kalau Bukit Unggul terletak di wilayah desa Cipanjalu, Kec. CIlengkrang, Kab. Bandung. Sumpaaahhh, gue kira gapura yang dilewati tadi hanya sebagai pembatas desa. Hehe..

Lanjuuutttt, jalanan terus menanjak dan kita akan menemukan dua jalan bercabang tepat di depan pos kesehatan Cipanjalu (semacam rumah kecil yang digunakan sebagai puskesmas). Kita ambil sebelah kiri dan jalanan lagi lagi menanjak, kalau ga salah gue tiga kali harus dorong-dorong. Huhu..

Oh iya, sepanjang jalan juga kita akan disuguhi pemandangan kota dari atas dan kita masih dengan mudah menemukan beberapa rumah khas suku Sunda. Subhanallah, nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan? 60 menit berlalu, kita akan sampai di dataran dimana ada beberapa rumah dengan patok bertulis 'area perkebunan kina Bukit Unggul'. Tapiiiii, eiiitttsss... tunggu dulu, kita masih belum sampai bray... :-D

Setelah tadi bersusah payah menanjak, sekarang waktunya menuruni jalan berkerikil. Haha.. Hati-hati perlu diutamakan, disamping tebing yang cukup rawan longsor dan disampingnya lagi jurang.. Huhu..

Dengan rahmat Allah SWT, 70 menit berlalu dan akhirnya kita sampai di Wisata Kebun Kina Bukit Unggul, btw nih tempat emang salah satu pusat perkebunan dan pengolahan pohon kina di Indonesia. Sesampai di pos penjagaan, kita akan disambut oleh mas-mas security. Hanya dengan selembar 5rb, kita bisa masuk menikmati keindahan alam yang telah dititipkan Tuhan..

Seperti pada bayangan awal, ini tempat memang belum terlalu dikenal makanya sepi pengunjung, hanya ada satu dua orang pengunjung. Sebenarnya ada beberapa objek, namun yang pas kemarin tersedia hanya Situ dan Curug. Objek yang pertama kita tuju, Curug Batu Sangkur. Debit air terjun tidak terlalu besar, aman bagi anak-anak yang ingin main air. Sekitar curug ada telaga kecil yang cukup tenang dan menenangkan, ditambah gemericik air terjun, sepinya lokasi. Huwooooo, jadi pengen tidur. Selengkapnya, biar foto yang berbicara.. :-D

Lokasi selanjutnya, Situ Sangkuriang? Sumpeh looo.. Haha, bukan bukan..
Situ dalam bahasa Sunda berarti danau, iya jadi lokasi selanjutnya adalah danau sangkuriang. Di pinggiran situ terdapat beberapa gazebo bagi para pengunjung untuk melepas lelah. Namun sayang, banyak sisa sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung. Di pinggiran situ juga terdapat banyak macam jenis bunga, walaupun cuman seadanya setidaknya mampu menciptakan 'rasa' bagi yang melihatnya..

Kesimpulan dari 2 jam berkeliling di Bukit Unggul, sebenarnya ini salah satu tempat yang cukup recommended. Tapi, beberapa potensi masih belum tertangani. Gue yakin, kalau semisal pihak yang terkait mau untuk mengubah atau membenahi tempat ini pasti bakal rame didatengin. DItambah dengan akses jalan yang cukup baik walau dengan perjuangan mempunyai nilai lebih..

Akhirul kalam, semoga perjalanan ini masih terus berlanjut menemukan titik-titik yang diciptakan Tuhan.. Aaamiiin...


#AyoMaen #BukitUnggul #Cipanjalu #Cilengkrang #BDGkabupaten

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN, Katanya Kuliah Kerja Nyata

Yuhu posting 2017 pertama.. :D Lama ngga berbagi cerita, entah kenapa malam ini ane keinget pas jaman-jaman KKN 2 bulan yang lalu. Disini, ane bakal sedikit cerita suka duka selama KKN. BTW, KKN di beberapa kampus memang sudah menjadi kewajiban bagi tiap-tiap mahasiswa. Awal ane ikut KKN juga cuman sebagai persyaratan ikut sidang skripsi. Nah gini ceritanya. Kalau biasanya KKN dilakukan secara bersama-sama antar fakultas tetapi beda dengan yang ada di fakultas ane. Hanya khusus satu fakultas saja yang ikut KKN atau diartikan sebagai KKN Mandiri (: bukan nama bank ye). Ada plus minusnya, plusnya kita udah kenal satu sama lain, minusnya ya elu lagi elu lagi. Wkwaw.. :v Tetapi kenal akrab di kampus bukan jaminan bakal akrab juga di desa kita KKN. Nah lho? Baca dulu aja yee :D Nah tahun ini KKN dilaksanakan periode Januari – Februari 2017. Pesertanya mahasiswa 2 angkatan dari 3 jurusan di FIKOM (Jurnalistik, Perpustakaan, dan PR). Pas itu, ane sendiri lagi sibuk-sibuknya dengan ba...

Pengalaman Magang : Merasakan Jadi Wartawan Kriminal

Alhamdulillah, program magang berhasil dilalui. Banyak suka dan duka dilalui dengan memegang predikat sebagai 'reporter magang'. Ngaku reporter dari suatu media tapi tanpa tanda pengenal.. :v Saya sendiri magang di salah satu tv lokal di wilayah Cirebon. Kenapa memilih Cirebon? Alasan pertama, lebih deket dengan rumah. Jarak Cirebon - Losari jika dilalui dengan naik angkutan umum hanya memakan waktu satu jam. Kedua, saya fikir biaya hidup di Cirebon masih wajar dan normal dibawah rata-rata Bandung, ehh ternyata tidak.. :v Hari pertama magang bertepatan dengan awal puasa, 6 Juni 2016. Awalnya, kenapa memilih tv dibanding media cetak ya karena tidak mau jadi reporter lapangan, Haha.. Tapi nasib berkata lain, setelah basa-basi dan ngobrol sebentar dengan pemimpin redaksi, malah saya ditempatkan bener-bener untuk terjun ke lapangan ditambah beban yang saya pegang bagian rubrik hukum dan kriminal. Random banget.. :v Hari itu pula saya langsung ditugaskan mencari berita atau i...

Deskripsi Diri

Saya akan mendeskripsikan diri saya sendiri. Nama saya Riyanto Kasnuri, anak kedua dari empat bersaudara. Nama Riyanto Kasnuri mempunyai arti tersendiri, kata ‘Riyanto’ berasal dari Bahasa Jawa kuno yang artinya Keberuntungan, sedang kata Kasnuri menunjukan identitas nama bapak saya. Jadi, kalau secara singkat dan menurut pemahaman saya sendiri, nama Riyanto Kasnuri mempunyai arti pengharapan seorang bapak yang bernama Kasnuri supaya anak laki-laki pertamanya selalu mendapat Keberuntungan dari Sang Pencipta. Saya asli dari Jawa Tengah, tepatnya dari Brebes. Kota kecil penghasil telor asin dan bawang merah. Umur saya sekarang menginjak 19 tahun, kelahiran 1994. Mempunyai kaka perempuan, dan dua adik yakni laki-laki dan perempuan. Saya bersekolah di SDN Prapag Kidul 2 dari tahun 2000-2006, melanjutkan ke SMPN 3 Losari tahun 2006-2009, dan di SMK Muhammadiyah Bulakamba dari tahun 2009-2012. Serta, sekarang kuliah di jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fa...