Oh iya lupa, semenjak SAH menyandang gelar S.I.Kom di awal bulan Maret lalu, Alhamdulillah di akhir Mei mendapatkan tawaran pekerjaan. Dan pertengahan September ini memasuki bulanke empat menjajaki dunia Copy writing di sebuah perusahaan lokal yang mempunyai visi dan misi menjadi perusahaan Internasional. Aamiin.
Apa itu Copy Writing?
Pernah nonton film Perahu Kertas 2? Itu lho, kelanjutan atau sekuel dari film Perahu Kertas yang diperankan oleh Adipati Dolken dan Maudy Ayunda yang mengangkat kisah muda-mudi yang mencari jatidiri.
Nah, gue tahu istilah copy writing awalnya dari film ini. Awalnya gue kira Copy Writing itu job desk-nya adalah HANYA mem-foto copy berkas-berkas kantor, merunut tugas Kugy (Maudy Ayunda) di AO (Advertising Officer) jadi tukang foto copy dan tukang buat Kopi. Wkwk, bener asli ini fikiran awal gue. Absurrrddd? Iya.
Selain dari film, kata Copy Writer ‘nama beken dari si pelaku copy writing’ juga gue tahu ketika mulai mencari info lowongan kerja. Awalnya pola pikir lama bahwa copy writer itu tugasnya cuman tukang foto copy masih tertanam, sampe gue mulai Kepo.
Sempat mendaftar di sebuah agensi periklanan di Kota Kembang, tapi pintu rejeki itu tak kunjung datang. Akhirnya pindah haluan memilih keluar kota sebagai tempat tujuan, akhirnya terpilihlah Cirebon, si Kota Udang.
Di perusahaan ini awalnya gue coba-coba jadi Marketing, asli gue penasaran banget sama yang namanya dunia marketing. Banyak informasi simpang siur di lapangan, ada yang bilang Marketing itu susah, tapi tak sedikit juga yang bilang itu mudah. Marketing HANYA dituntut dari kecakapan bicara, gue kira gampang eh ternyata tak sesuai dengan harapan. Wkwkwk
Alhasil, gue curhat sama atasan, ternyata Marketing tak seindah yang dibayangkan, yang dibayangin cuman komisi. Wkwkwk. Dengan berat hati, gue ajukan pengunduran diri atau mutasi.
Gayung bersambut, ternyata ada 1 bagian kosong untuk copy writer. Nah, dari curhatan singkat diatas nih gue sedikit bagi tentang Copy Writer sebatas yang gue paham. Haha
Aslinya bagi anak Komunikasi semua prodi, simpelnya copy writing ya proses menyampaikan pesan (message). Secara luas, termasuk ke dalam ruang lingkup manajemen pemasaran, namun bukan jenis Hard Selling seperti Sales atau Marketing Door To Door tapi lebih smooth alias halus. Bahasa mudahnya sih, sekedar menulis tapi tujuannya untuk promosi atau iklan.
Promosi atau Iklan sendiri itu macam-macam medianya ada melalui televisi, media cetak, billboard/ media luar ruang, radio atau yang terbaru adalah secara digital. Jika biasanya dunia copy writing identik dengan dunia periklanan, hal yang akan gue bahas disini adalah adalah Copy Writing media digital.
Tugas gue disini cukup mudah, UPDATE KONTEN! Yuhu, menyiapkan konten sebelum diunggah di media digital, baik pemilihan tema/ ide, pemilihan konsep/ desain, dan tentunya pemilihan kata-kata yang tepat.
Pada dasarnya, copy writer harus tahu dan mau mencari tahu mengenai produk dan kalangan yang disasar. Jika kalangan yang dituju, anak muda maka cari tahu kehidupan anak-anak SMA sehari-hari. Cari tahu apa kegiatan mereka sejak bangun tidur pagi hari hingga malam saat tiidur. Apa saja yang mereka lakukan dan apa pemikiran mereka.
Jika konten yang kita siapkan mengarah kepada masyarakat lokal di suatu daerah, mau nggak mau kita harus sedikit paham tentang keragaman asli daerah atau localholic daerah tersebut, biasanya harus pintar-pintar memilih kosakata bahasa lokal.
Harus hati-hati, jangan sampe blunder. Seperti pengalaman gue membuat konten lokal yang ditujukan ke masyarakat Malang, di Jawa Timur. Gue kira, bahasa Jawa di Malang sama dengan bahasa Jawa di Solo, Jogja, Semarang, atau Brebesan. Eh ternyata beda, dan hasilnya DIPROTES! Tapi dari situ gue bisa ambil hikmahnya dan mulai sedikit-sedikit belajar bahasa Malangan yang anti mainstream, wkwkwk.
Seorang copy writer tak bisa bekerja secara sendirian, ia membutuhkan sebuah tim yang solid. Copy writer harus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak mulai dari desain grafis untuk pemilihan desain, admin sosial media untuk cek konten yang akan atau sudah naik.
Jadi pola yang berlaku seperti ini, Copy Writer siapkan ide/ tema, setelah itu dilempar ke Desain Grafis, then Desain Grafis akan melempar kembali ke Copy Writer apakah desain sudah sesuai dengan bayangan si copy writer, jika sudah oke langsung di lanjut ke Admin Sosial Media untuk diunggah ke media sosial.
Selain itu, copy writer juga dituntut untuk membuat berita iklan/ advertorial baik untuk website perusahaan atau media relasi. Harus berpikir keras bagaimana agar pengunjung website mau membaca atau melihat iklan yang dibuat. Bayangkan, pekerjaan kreatif yang harus dilakukan untuk menarik orang hanya dalam waktu singkat tersebut.
Ketika membuat caption konten, bayangkan kalau kamu sedang menulis pesan untuk teman. Sselain itu, Copy writer harus paham dengan produk yang ditanganinya (product knowledge), kelebihan dan kekurangannya, bandingkan sama kompetitor, belajar dari lingkungan, nonton dvd/ film atau musik untuk mencari kosakata, mulailah rajin membaca dan menulis, dan coba untuk mendalami kalangan yang akan dituju, bicara dalam bahasa mereka.

Komentar
Posting Komentar