Langsung ke konten utama

Catatan 3 Jam : Nyasar di Jalan 1 Arah Cihampelas, Mampir ke Teras Cikapundung, Berkunjung ke Balaikota



















Lama vakum di Blog, baru nyempetin ngabsen coretan di Tahun Monyet Api. Awalnya sih tujuan kita cuman mau ke Pameran Foto Jurnalistik karya Dedi Sugandi (wartawan senior PR) tanggal 16-19 Maret di Novotel Hotel, Cihampelas. Berhubung kita 'non-pribumi' alias bukan asli Bandung alhasil perjalanan menuju ke tekape terasa seperti pencarian kitab suci ke barat. Padahal di Bandung udah 4 tahun lebih, tapi tetep aja nyasar. Berikut kronologisnya, selamat menyimak.. :-D 



13.00 : Dari Kampus ke Cihampelas, via Pasopati

13.30 : Cihampelas muter-muter nyari lokasi, buka google map tidak memungkinkan ( yang satu lelet, satunya lagi ga ada kuota ) :v

13.50 : Nyampe Novotel > masuk lobby > cilang cileung :3

14.00 : Balik dari Novotel > Teras Cikapundung (Baru sempet nengokin, katanya bagus) :v

14.10 : Cihampelas - Dayang Sumbi, via Tamansari ditutup ada wisuda Unisba

14.15 : Dayang Sumbi, mampir ke Teras Cikapundung. Masih satu lokasi sama Baksil ( tapi ga sempet masuk Baksil :( ). Hanya diminta retribusi parkir 3rb, murah lah. Kebersihan ok, Keindahan cukup (Cukup lah untuk pemandangan yang 'ijo-ijo' di tengah kota). Fasilitas oke (masih baru kali ya), banyak petugas keamanan (kelihatannya aman-aman saja, soalnya ga lama di tempat) :-D

15.00 : Dayang Sumbi - Balaikota, ceunah (katanya) balkot sekarang lebih bagus (ok, buktikan). Pas nyampe, parkiran dalam penuh ( begitu sih kata plang di depan gerbang, tapi pas nanya ke security masih bisa :-D ), ramai iya, banyak abege-ebege gitu ( dari dulunya, balkot jadi basecamp abege-ebege :v ), sudah banyak perubahan semenjak terakhir main ke tempat ini tahun lalu, kita langsung ke taman yang lagi kekinian di geng IG >> taman pinggir kali balkot :-D, udah bisa dibayangin di kali-nya bakal banyak anak kecil pada mainan air (kalau mainan hati bukan anak kecil, tapi tengil. kalau mainan motor namanya anak jalanan :v) tentunya harus dengan pengawasan orang tua (beda kalau sudah berkeluarga, mainan air di kolam umum kudu pengawasan dari mertua :v), pas disamping JPO (Jembatan Penyeberangan Orang ; lain Jomblo POreper :3) ada beringin besar yang lagi ng-hits juga sebagai tempat gelantungan :v, coba-coba ikutan sugan wee nyamain si 'raja hutan' (bukan macan, tapi Tarzan). Sejuk iya boleh, suara gemericik air menambah suasana. Aman, mungkin juga coz security tersebar di beberapa titik (ya iyalah, secara kantornya pak wali :3). Tapi masih kurang bersih, nah mungkin kalau ini mah perlu kesadaran bersama. Puas muterin Balkot, langsung ke Masjid buat asharan. Pertanyaan yang sama sih dengan Gedung Sate, kenapa untuk bangunan-bangunan pusat pemerintahan sebesar ini tidak mempunyai masjid sendiri? di Balkot harus nyeberang ke Ukhuwah :-D

16.30 : Balik, lewat Gatsu - Kircon sudah dibayangkan macet dimana-mana. Masih problem Bandung yang sama, terlalu banyak motor dan mobil pribadi di jalanan. Disatu sisi, ada yang naik mobil pribadi cuman seorang disisi lain juga ada yang naik motor berempat (ayah-ibu-anaknya kecil-kecil 2). Kenapa banyak masyarakat tidak memilih pindah ke transportasi umum termasuk saya :-D ? Jawabannya ya balik lagi, fleksibilitas dan efisiensi waktu. Naik angkot lama terutama ngetemnya, lampu ijo mandeg di stopan pas mau lampu merah baru jalan. Terus juga, untuk satu tujuan yang lumayan dekat biasanya kita dua atau tiga kali naik angkot. Sekali naik angkot 3rb, dikali tiga udah 9rb (baru sekali jalan), harga premium 7rb itu udah bisa tiga kali bolak balik ke tujuan yang sama. Aku ngebayangin sistem transportasi di Bandung minimal setingkat Jakarta lah yang terintegrasi dengan busway..

Akhirnya, selama tiga jam lebih berhasil mengambil beberapa gambar. Sorry kalau semisal, banyak nongol, pria berkoko merah dengan celana agak ngatung. Maklum, kemarin Bojongsoang masih ada genangan.. :3

Komentar

  1. Heh jomblo, hahahahahaha xD

    To lain kali kalau mau cari tempat baru agar lebih efisien bareng orang Bandungnya langsung yang suka jalan-jalan, kecuali kalau kamu punya banyak waktu ( '-')9

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN, Katanya Kuliah Kerja Nyata

Yuhu posting 2017 pertama.. :D Lama ngga berbagi cerita, entah kenapa malam ini ane keinget pas jaman-jaman KKN 2 bulan yang lalu. Disini, ane bakal sedikit cerita suka duka selama KKN. BTW, KKN di beberapa kampus memang sudah menjadi kewajiban bagi tiap-tiap mahasiswa. Awal ane ikut KKN juga cuman sebagai persyaratan ikut sidang skripsi. Nah gini ceritanya. Kalau biasanya KKN dilakukan secara bersama-sama antar fakultas tetapi beda dengan yang ada di fakultas ane. Hanya khusus satu fakultas saja yang ikut KKN atau diartikan sebagai KKN Mandiri (: bukan nama bank ye). Ada plus minusnya, plusnya kita udah kenal satu sama lain, minusnya ya elu lagi elu lagi. Wkwaw.. :v Tetapi kenal akrab di kampus bukan jaminan bakal akrab juga di desa kita KKN. Nah lho? Baca dulu aja yee :D Nah tahun ini KKN dilaksanakan periode Januari – Februari 2017. Pesertanya mahasiswa 2 angkatan dari 3 jurusan di FIKOM (Jurnalistik, Perpustakaan, dan PR). Pas itu, ane sendiri lagi sibuk-sibuknya dengan ba...

Pengalaman Magang : Merasakan Jadi Wartawan Kriminal

Alhamdulillah, program magang berhasil dilalui. Banyak suka dan duka dilalui dengan memegang predikat sebagai 'reporter magang'. Ngaku reporter dari suatu media tapi tanpa tanda pengenal.. :v Saya sendiri magang di salah satu tv lokal di wilayah Cirebon. Kenapa memilih Cirebon? Alasan pertama, lebih deket dengan rumah. Jarak Cirebon - Losari jika dilalui dengan naik angkutan umum hanya memakan waktu satu jam. Kedua, saya fikir biaya hidup di Cirebon masih wajar dan normal dibawah rata-rata Bandung, ehh ternyata tidak.. :v Hari pertama magang bertepatan dengan awal puasa, 6 Juni 2016. Awalnya, kenapa memilih tv dibanding media cetak ya karena tidak mau jadi reporter lapangan, Haha.. Tapi nasib berkata lain, setelah basa-basi dan ngobrol sebentar dengan pemimpin redaksi, malah saya ditempatkan bener-bener untuk terjun ke lapangan ditambah beban yang saya pegang bagian rubrik hukum dan kriminal. Random banget.. :v Hari itu pula saya langsung ditugaskan mencari berita atau i...

Deskripsi Diri

Saya akan mendeskripsikan diri saya sendiri. Nama saya Riyanto Kasnuri, anak kedua dari empat bersaudara. Nama Riyanto Kasnuri mempunyai arti tersendiri, kata ‘Riyanto’ berasal dari Bahasa Jawa kuno yang artinya Keberuntungan, sedang kata Kasnuri menunjukan identitas nama bapak saya. Jadi, kalau secara singkat dan menurut pemahaman saya sendiri, nama Riyanto Kasnuri mempunyai arti pengharapan seorang bapak yang bernama Kasnuri supaya anak laki-laki pertamanya selalu mendapat Keberuntungan dari Sang Pencipta. Saya asli dari Jawa Tengah, tepatnya dari Brebes. Kota kecil penghasil telor asin dan bawang merah. Umur saya sekarang menginjak 19 tahun, kelahiran 1994. Mempunyai kaka perempuan, dan dua adik yakni laki-laki dan perempuan. Saya bersekolah di SDN Prapag Kidul 2 dari tahun 2000-2006, melanjutkan ke SMPN 3 Losari tahun 2006-2009, dan di SMK Muhammadiyah Bulakamba dari tahun 2009-2012. Serta, sekarang kuliah di jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fa...