Langsung ke konten utama

Ahok dan Fenomena Kepemimpinan Non-Muslim

Basuki Tjahaja Purnama kembali menarik perhatian publik. Sosok yang dikenal dengan Ahok ini bersama relawan pendukungnya memantapkan langkah untuk menuju tangga DKI 1 hingga 2022 mendatang.

Bukan hal mudah bagi seorang Ahok dalam memuluskan pencalonannya. Dari pantauan di jejaring sosial, isu agama masih menjadi perdebatan sengit diantara pendukung dan yang menolak. DKI Jakarta notabene mayoritas penduduknya beragama Islam, sedang Ahok seorang Nasrani.

Bagaimana sebenarnya pandangan Islam dalam melihat fenomena kepemimpinan non-muslim? Dalam buku terbitan Graha Ilmu tentang ‘Partai Politik Islam’ tulisan Ridho Al Hamdi. Ada beberapa kriteria dan syarat pemimpin menurut para cendekiawan muslim. Pada masa pertengahan Islam, Ibnu Khaldun menyebutkan lima syarat kepala Negara yakni memiliki pengetahuan yang luas, adil, mampu melaksanakan tugas, sehat fisik dan memiliki pancaindera yang lengkap serta berasal dari kaum Quraisy (keturunan Nabi).

Pendapat terus berkembang, Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa syarat sorang pemimpin ada tiga, orang yang professional, kuat dan amanah. Hal ini mengisyaratkan, pemimpin non-muslim dibolehkan asal mempunyai ketiga syarat tersebut dan dengan catatan pemimpin non-muslim tidak memusuhi umat Islam dan mau memajukan wilayah yang dipimpinnya.


Hal senada juga dilontarkan oleh Pembantu Dekan III Fakultas Agama Islam Uninus Bandung, Drs. H. Asep Sukandar, M.MPd. “Para ulama masih berbeda pendapat, perlu ijtihad bersama. Kepemimpinan dalam surat tersebut (QS. Al Imron - 28) masih multitafsir. Ada yang menafsirkan sebagai pemimpin agama dan ada juga yang mengartikan sebagai pemimpin Negara. Jika merujuk pada Negara yang mengusung kekhalifahan, jelas syarat utama seorang pemimpin adalah beragama Islam. Namun, akan berbeda jika kita masukan ke dalam konteks Negara yang menjujung keberagaman. Kepemimpin non-muslim masih menjadi kendala di kita (masyarakat Islam), dan itu kembali ke pribadi masing-masing. Kalau semisal ia memilih pemimpin (non-muslim) tersebut dengan tujuan akan membawa dampak lebih baik itu dibolehkan..” 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Agama: Yakin, Sudah Sepenuh Hati Percaya Tuhan?

Duh baru sempat nulis lagi, di sela-sela kerjaan. Dari beberapa tumpukan buku hadiah dari pak Mubaligh ada salah satu buku yang menarik untuk ane baca di bulan Ramadhan. Isinya ngena banget, apalagi akhir-akhir ini gonjang-ganjing tentang agama 'Warisan'. Hehe Nah judul bukunya Filsafat Ajaran Islam, kumpulan makalah Mirza Ghulam Ahmad, yang ditujukan pada Konferensi Agama-agama di India.  Ada beberapa poin sih, tapi yang paling ane seneng baca pas poin pertama tentang hakikat manusia, dan keyakinan. Berikut sedikit ane share.. Seperti banyak kita ketahui bahwa Allah SWT meniupkan ruh ke dalam jiwa tiap-tiap manusia di umur kehamilan ke empat bulan, atau pada usia pertengahan keberadaannya dalam rahim, janin terus berkembang sebelum terlahir menjadi manusia yang utuh. Hukum   alam   menyebutkan, bahwa    sama   seperti   sebuah   janin yang menghabiskan separuh rentang masa keberadaannya di dalam kandungan,   lalu   mulai ...

Pengalaman Magang : Merasakan Jadi Wartawan Kriminal

Alhamdulillah, program magang berhasil dilalui. Banyak suka dan duka dilalui dengan memegang predikat sebagai 'reporter magang'. Ngaku reporter dari suatu media tapi tanpa tanda pengenal.. :v Saya sendiri magang di salah satu tv lokal di wilayah Cirebon. Kenapa memilih Cirebon? Alasan pertama, lebih deket dengan rumah. Jarak Cirebon - Losari jika dilalui dengan naik angkutan umum hanya memakan waktu satu jam. Kedua, saya fikir biaya hidup di Cirebon masih wajar dan normal dibawah rata-rata Bandung, ehh ternyata tidak.. :v Hari pertama magang bertepatan dengan awal puasa, 6 Juni 2016. Awalnya, kenapa memilih tv dibanding media cetak ya karena tidak mau jadi reporter lapangan, Haha.. Tapi nasib berkata lain, setelah basa-basi dan ngobrol sebentar dengan pemimpin redaksi, malah saya ditempatkan bener-bener untuk terjun ke lapangan ditambah beban yang saya pegang bagian rubrik hukum dan kriminal. Random banget.. :v Hari itu pula saya langsung ditugaskan mencari berita atau i...

Copy Writer: Tukang Photo Copy atau Tukang Bikin Kopi?

Assalamualaikum, salam sejahtera semoga selalu tercurahkan bagi kita semua. Aamiin. Puji syukur selalu dipanjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Terima kasih untuk DOM or FBT Squad, dan tentunya kedua orang tua terutama Ibu yang selalalu mendoakan agar selalu betah dengan segala kerumitan pekerjaan. Oh iya lupa, semenjak SAH menyandang gelar S.I.Kom di awal bulan Maret lalu, Alhamdulillah di akhir Mei mendapatkan tawaran pekerjaan. Dan pertengahan September ini memasuki bulanke empat menjajaki dunia Copy writing di sebuah perusahaan lokal yang  mempunyai visi dan misi menjadi perusahaan Internasional. Aamiin. Apa itu Copy Writing? Pernah nonton film Perahu Kertas 2? Itu lho, kelanjutan atau sekuel dari film Perahu Kertas yang diperankan oleh Adipati Dolken dan Maudy Ayunda yang mengangkat kisah muda-mudi yang mencari jatidiri. Nah, gue tahu istilah copy writing awalnya dari film ini. Awalnya gue kira Copy Writing itu job desk-nya adalah HANYA mem-foto copy berk...