Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Ahmadiyah Manislor : Menangkal Katanya, Ini Lho Nyatanya..

Ini tulisan kedua saya tentang Ahmadiyah, kalau sebelumnya pertengahan bulan Mei lalu hanya sekedar kunjungan biasa kali ini saya akan bercerita tentang berada di lingkungan komunitas Ahmadiyah selama tiga hari.. Menghabiskan tiga hari empat malam untuk melakukan penelitian di Kuningan, menyempatkan dua hari satu malam untuk singgah pulang ke rumah, sebelum melanjutkan lagi ke Ibukota demi menghadiri pernikahan saudara.. Jadwal seminggu kemarin memang cukup padat, wajar mungkin jika akhir-akhir ini energi sedikit terkuras, transkrip wawancara belum semuanya dibahas. Jangan tanya bab 4 sampai dimana, masih mentok di temuan umum penelitian.. >.< Sempat was-was selama perjalanan dari Bandung menuju TKP yang berada di Manislor, Jalaksana, Kab. Kuningan. 'Apa yang harus dilakukan ketika pertama kali nyampe?'. Untuk menjawab hal ini, bahkan beberapa kali nanyain ke senior tentang persiapan apa saja yang harus disipkan, nanya ke beberapa teman juga yang sebelumnya pernah ...

Uninus : Menilik Toleransi Beragama di Kampus Islam

Sebuah fenomena yang menarik berkembang di lingkungan pendidikan di Kota Bandung beberapa tahun belakangan ini. Keputusan untuk memilih perguruan tinggi setelah menyelesaikan jenjang pendidikan sekolah menengah tentu bukanlah keputusan yang diambil asal-asalan. Pemilihan universitas bukan melulu masalah akreditasi, tapi juga gengsi dan lingkungan. Ada orang tua yang berjuang agar anaknya masuk perguruan tinggi negeri seperti UNPAD, UPI dan ITB karena dirasa kampus tersebut memiliki gengsi yang luar biasa tinggi di masyarakat, dan ada pula yang memasukkan ke perguruan tinggi Islam seperti UIN, UNISBA, atau UNINUS dengan tujuan agar anak-anaknya kelak bukan saja lulus dengan gelar, tapi juga memiliki pemikiran yang mendalam tentang agama Islam. Namun, perkembangan dewasa ini kampus berbasis Islam tidak hanya diisi oleh mahasiswa yang beragama Islam, tapi juga mulai diisi oleh mahasiswa non-muslim. Kenapa mereka tertarik? Ada beberapa faktor, salah satunya yakni kualitas p...

Pengalaman Magang : Merasakan Jadi Wartawan Kriminal

Alhamdulillah, program magang berhasil dilalui. Banyak suka dan duka dilalui dengan memegang predikat sebagai 'reporter magang'. Ngaku reporter dari suatu media tapi tanpa tanda pengenal.. :v Saya sendiri magang di salah satu tv lokal di wilayah Cirebon. Kenapa memilih Cirebon? Alasan pertama, lebih deket dengan rumah. Jarak Cirebon - Losari jika dilalui dengan naik angkutan umum hanya memakan waktu satu jam. Kedua, saya fikir biaya hidup di Cirebon masih wajar dan normal dibawah rata-rata Bandung, ehh ternyata tidak.. :v Hari pertama magang bertepatan dengan awal puasa, 6 Juni 2016. Awalnya, kenapa memilih tv dibanding media cetak ya karena tidak mau jadi reporter lapangan, Haha.. Tapi nasib berkata lain, setelah basa-basi dan ngobrol sebentar dengan pemimpin redaksi, malah saya ditempatkan bener-bener untuk terjun ke lapangan ditambah beban yang saya pegang bagian rubrik hukum dan kriminal. Random banget.. :v Hari itu pula saya langsung ditugaskan mencari berita atau i...

Ahmadiyah Kafir, Sesat dan Menyesatkan? Tak Kenal Maka Tak Toleran

Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata Manis Lor, Konflik, dan Ahmadiyah? Dekade 2002-2008, publik kita digentarkan oleh berita pembakaran, pengrusakan, dan penyegelan beberapa masjid milik kelompok Ahmadiyah yang berada di Ds. Manis Lor, Jalaksana, Kuningan. Sebenarnya apa sih Ahmadiyah itu sampe beberapa ormas men-cap kelompok ini sebagai kelompok beraliran sesat, kafir, dan melenceng dari paham agama Islam? Tanggal 15 Mei kemaren, alhamdulillah kita berkesempatan mengunjungi daerah yang katanya 'rawan konflik' oleh sebagian media massa. Kita berangkat dari Bandung pukul 04.00 (walaupun, di pesan yang disiarkan pada sore hari sebelumnya menyatakan bahwa keberangkatan dari Bandung pukul 03.30). Indonesia banget, menggunakan jam karet. Hahaha. Mungkin aneh kali ya, kalau kita berangkat tepat waktu.. :v Kita sendiri berjumlah 26 anak, yang merupakan perwakilan dari tiga jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Uninus, yakni Jurnalistik, Public ...

Bukit Unggul : Bukti Kita Urang Gauuuuuullll

Minggu kali ini kita berkesempatan ke Bukit Unggul. Namanya tidak sepopuler Bukit Moko, Bukit Bintang, Bukit Tinggi ataupun Bukit Timah di Singapura. Muehehe.. Kenapa kita memilih ke Bukit Unggul? Pertama, kita memang sengaja nyari tempat yang tidak terlalu jauh dari kota Bandung, then nyari tempat yang bersahabat dengan kantong.. Huhu :( Sehari sebelumnya, Jum'at (8/4) gue bareng kedua temen rencanain akan pergi bareng jam 9 WIT (Waktu Indonesia Terserah kita) dan titik kumpul di Cicaheum dengan alasan mudah dijangkau dari segala arah dan juga lebih dekat dengan tempat yang akan kita tuju.. Sesuai dengan kesepakatan menggunakan standar WIT, alhasil kita baru kumpul jam 10.00 (Untung cuma telat 60 menit). Howahaha.. Sebelumnya kita buta info akan tempat yang akan dituju, berbekal referensi dari berbagai ahli diperbantukan oleh peta digital mbah google (baca : google maps). Yang gue raba-raba :-D sesuai dengan namanya kita akan menjumpai daerah perbukitan yang berada di ping...

Perjalanan 11 Jam : Curug Cimahi dan Floating Market

4 tahun menetap di Bandung baru kali ini nympetin main ke Floating Market dan Curug Cimahi, Lembang. Bukan tanpa sebab sih, selama ini niatan untuk 'hang out' itu selalu ada. Cuman ada saja batasan-batasannya, dari ngga ada transportasi lah, ngga ada duit lah, ngga ada cewe lah, belum punya mertua lah, ngga dibolehin tetangga lah, bla bla. Kalau untuk sekarang, hambatan terbesar itu 'waktu'. Bahkan, gara-gara 'TIME' ini gue harus rela disindir dosen karena hobi banget telat ngumpulin tugas.. ''Maaf pa, telat ngumpulin'' ''Oh iya, kenapa telat'' jawab dosen ''Sibuk pa'' ''Sesibuk apa sih sampe ngga sempet ngerjain tugas?'' dosen mulai kepoo, udah kaya cewe yang lagi PMS nanyain cowoknya ''Sesibuk apa sih sampe kamu ngga ada waktu buat ngabarin aku, aku tuh ngga bisa diginiin. Kita putus!'' Jreeeeeenngggg, padahal sejam sebelumnya chat via whatshap sayang-sayang-an >.< ...

Ahok dan Fenomena Kepemimpinan Non-Muslim

Basuki Tjahaja Purnama kembali menarik perhatian publik. Sosok yang dikenal dengan Ahok ini bersama relawan pendukungnya memantapkan langkah untuk menuju tangga DKI 1 hingga 2022 mendatang. Bukan hal mudah bagi seorang Ahok dalam memuluskan pencalonannya. Dari pantauan di jejaring sosial, isu agama masih menjadi perdebatan sengit diantara pendukung dan yang menolak. DKI Jakarta notabene mayoritas penduduknya beragama Islam, sedang Ahok seorang Nasrani. Bagaimana sebenarnya pandangan Islam dalam melihat fenomena kepemimpinan non-muslim? Dalam buku terbitan Graha Ilmu tentang ‘Partai Politik Islam’ tulisan Ridho Al Hamdi. Ada beberapa kriteria dan syarat pemimpin menurut para cendekiawan muslim. Pada masa pertengahan Islam, Ibnu Khaldun menyebutkan lima syarat kepala Negara yakni memiliki pengetahuan yang luas, adil, mampu melaksanakan tugas, sehat fisik dan memiliki pancaindera yang lengkap serta berasal dari kaum Quraisy (keturunan Nabi). Pendapat terus berkembang, Ibnu T...

Catatan 3 Jam : Nyasar di Jalan 1 Arah Cihampelas, Mampir ke Teras Cikapundung, Berkunjung ke Balaikota

Lama vakum di Blog, baru nyempetin ngabsen coretan di Tahun Monyet Api. Awalnya sih tujuan kita cuman mau ke Pameran Foto Jurnalistik karya Dedi Sugandi (wartawan senior PR) tanggal 16-19 Maret di Novotel Hotel, Cihampelas. Berhubung kita 'non-pribumi' alias bukan asli Bandung alhasil perjalanan menuju ke tekape terasa seperti pencarian kitab suci ke barat. Padahal di Bandung udah 4 tahun lebih, tapi tetep aja nyasar. Berikut kronologisnya, selamat menyimak.. :-D  13.00 : Dari Kampus ke Cihampelas, via Pasopati 13.30 : Cihampelas muter-muter nyari lokasi, buka google map tidak memungkinkan ( yang satu lelet, satunya lagi ga ada kuota ) :v 13.50 : Nyampe Novotel > masuk lobby > cilang cileung :3 14.00 : Balik dari Novotel > Teras Cikapundung (Baru sempet nengokin, katanya bagus) :v 14.10 : Cihampelas - Dayang Sumbi, via Tamansari ditutup ada wisuda Unisba 14.15 : Dayang Sumbi, mampir ke Teras Cikapundung. Masih satu lokasi sama Baksil ...