Langsung ke konten utama

TTM atau HTM?

Tadi seorang temen sms, "Jangan ke Dago sore ini, banyak orang pacaran.." Njirrrr, parah, diskriminasi nih. Ngga cuman sekali ini doang sih kaum jomblo seperti kami sering di-anaktiri bahkan berkali-kali tapi da mau diapakan lagi emang udah nasibnya kami masa mau ikutan demo "Pilihlah Kami Hai Gadis Pujaan Hati." :/ Ga usah nanya sakitnya dimana, tentu sakitnya di relung terdalam jiwa.. :’(

Ini masalah idealis seorang jomblo bro, apalagi gw tergabung dalam "Ma-Jomblang : Mahasiswa-Jomblo Angkatan". Bisa-bisa gw dikeluarin secara tidak terhormat kalau ketahuan melanggar sumpah dan janji setia jomblo angkatan. Baru bisa keluar dari gerakan ekstremis ini setelah lulus jadi sarjana.. 8-) Terhormat kan, saat kuliah tak ada cewek yang ngampirin pas tau-tau wisuda datang gadis pujaan sambil berucap, "Mas, aku siap menjadi makmum sehidup semati di sisimu.."

Oke, kalo berbicara masalah hubungan. Basically, di dunia ini cuman ada dua hubungan relationship. Yang pertama, ada yang menganut sistem TTM atau Temen Tapi Mesra dan ada juga yang menganut sistem HTM (Hubungan Terus Menikah). Masing-masing pasti ada plus minusnya. Kalo TTM temen untuk suka-suka, tapi kalo HTM temen untuk suka duka. TTM harus siap ditinggal suka-suka (sesuka hati), tapi kalo HTM harus siap untuk diajak untuk tinggal sehidup semati.. :-D

Mungkin bagi penganut TTM, ini juga dampak dari salah didikan orang tua. Kenapa? sejak kecil kita selalu diajarin untuk kissbye, misal gini "Hayooo kissbye dulu sama om, tantenya..". Jadi kalo udah gede, harus siap-siap sehabis di-kiss langsung di bye :'(

Bagi penganut TTM, ini sebenarnya seperti apa kata kang Deny untuk Cak Lontong, “Membuang energi berlebihan untuk sesuatu yang tidak penting”. Apa gunanya menjalani TTM? Ibaratnya gini, TTM-an itu kayak orang mandi pakai jas hujan, fresh di permukaan tapi kering di dalam. Kayak juga orang salaman pake sarung tangan, bersentuhan tapi tak terhubung satu sama lain. Dan orang TTM-an itu juga kayak orang makan rengginang ga pake minum, ketika menjalaninya terasa enak, renyah, dan mengenyangkan tapi udahannya cuman bikin seret. But, kembali ke pribadi diri kita masing-masing mau ngejalani TTM atau HTM..


Just a Joke :-D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN, Katanya Kuliah Kerja Nyata

Yuhu posting 2017 pertama.. :D Lama ngga berbagi cerita, entah kenapa malam ini ane keinget pas jaman-jaman KKN 2 bulan yang lalu. Disini, ane bakal sedikit cerita suka duka selama KKN. BTW, KKN di beberapa kampus memang sudah menjadi kewajiban bagi tiap-tiap mahasiswa. Awal ane ikut KKN juga cuman sebagai persyaratan ikut sidang skripsi. Nah gini ceritanya. Kalau biasanya KKN dilakukan secara bersama-sama antar fakultas tetapi beda dengan yang ada di fakultas ane. Hanya khusus satu fakultas saja yang ikut KKN atau diartikan sebagai KKN Mandiri (: bukan nama bank ye). Ada plus minusnya, plusnya kita udah kenal satu sama lain, minusnya ya elu lagi elu lagi. Wkwaw.. :v Tetapi kenal akrab di kampus bukan jaminan bakal akrab juga di desa kita KKN. Nah lho? Baca dulu aja yee :D Nah tahun ini KKN dilaksanakan periode Januari – Februari 2017. Pesertanya mahasiswa 2 angkatan dari 3 jurusan di FIKOM (Jurnalistik, Perpustakaan, dan PR). Pas itu, ane sendiri lagi sibuk-sibuknya dengan ba...

Pengalaman Magang : Merasakan Jadi Wartawan Kriminal

Alhamdulillah, program magang berhasil dilalui. Banyak suka dan duka dilalui dengan memegang predikat sebagai 'reporter magang'. Ngaku reporter dari suatu media tapi tanpa tanda pengenal.. :v Saya sendiri magang di salah satu tv lokal di wilayah Cirebon. Kenapa memilih Cirebon? Alasan pertama, lebih deket dengan rumah. Jarak Cirebon - Losari jika dilalui dengan naik angkutan umum hanya memakan waktu satu jam. Kedua, saya fikir biaya hidup di Cirebon masih wajar dan normal dibawah rata-rata Bandung, ehh ternyata tidak.. :v Hari pertama magang bertepatan dengan awal puasa, 6 Juni 2016. Awalnya, kenapa memilih tv dibanding media cetak ya karena tidak mau jadi reporter lapangan, Haha.. Tapi nasib berkata lain, setelah basa-basi dan ngobrol sebentar dengan pemimpin redaksi, malah saya ditempatkan bener-bener untuk terjun ke lapangan ditambah beban yang saya pegang bagian rubrik hukum dan kriminal. Random banget.. :v Hari itu pula saya langsung ditugaskan mencari berita atau i...

Deskripsi Diri

Saya akan mendeskripsikan diri saya sendiri. Nama saya Riyanto Kasnuri, anak kedua dari empat bersaudara. Nama Riyanto Kasnuri mempunyai arti tersendiri, kata ‘Riyanto’ berasal dari Bahasa Jawa kuno yang artinya Keberuntungan, sedang kata Kasnuri menunjukan identitas nama bapak saya. Jadi, kalau secara singkat dan menurut pemahaman saya sendiri, nama Riyanto Kasnuri mempunyai arti pengharapan seorang bapak yang bernama Kasnuri supaya anak laki-laki pertamanya selalu mendapat Keberuntungan dari Sang Pencipta. Saya asli dari Jawa Tengah, tepatnya dari Brebes. Kota kecil penghasil telor asin dan bawang merah. Umur saya sekarang menginjak 19 tahun, kelahiran 1994. Mempunyai kaka perempuan, dan dua adik yakni laki-laki dan perempuan. Saya bersekolah di SDN Prapag Kidul 2 dari tahun 2000-2006, melanjutkan ke SMPN 3 Losari tahun 2006-2009, dan di SMK Muhammadiyah Bulakamba dari tahun 2009-2012. Serta, sekarang kuliah di jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fa...