Yuhu posting 2017 pertama.. :D
Lama ngga berbagi cerita, entah kenapa malam ini ane keinget pas jaman-jaman KKN 2 bulan yang lalu. Disini, ane bakal sedikit cerita suka duka selama KKN. BTW, KKN di beberapa kampus memang sudah menjadi kewajiban bagi tiap-tiap mahasiswa. Awal ane ikut KKN juga cuman sebagai persyaratan ikut sidang skripsi.
Nah gini ceritanya. Kalau biasanya KKN dilakukan secara bersama-sama antar fakultas tetapi beda dengan yang ada di fakultas ane. Hanya khusus satu fakultas saja yang ikut KKN atau diartikan sebagai KKN Mandiri (: bukan nama bank ye). Ada plus minusnya, plusnya kita udah kenal satu sama lain, minusnya ya elu lagi elu lagi. Wkwaw.. :v
Tetapi kenal akrab di kampus bukan jaminan bakal akrab juga di desa kita KKN. Nah lho? Baca dulu aja yee :D
Nah tahun ini KKN dilaksanakan periode Januari – Februari 2017. Pesertanya mahasiswa 2 angkatan dari 3 jurusan di FIKOM (Jurnalistik, Perpustakaan, dan PR). Pas itu, ane sendiri lagi sibuk-sibuknya dengan bab 4 skripsi, jadi pas KKN juga sempet-senpetnya ngerjain skripsi. Makanya, agak kepaksa juga ikut KKN. Kalau bisa diganti sih ya pengen diganti aja, pikir ane saat itu.
Nah, KKN kali ini berada di Kab. Sumedang, tepatnya di desa Tegalmanggung, Kec. Cimanggung. Ane KKN cuma 30 hari, itupun kepotong ijin libur lainnya yang praktis bikin waktu KKN semakin berkurang. Warga kampungnya ramah-ramah, beda deh kalau dibandingkan dengan segelintir warga kota yang cenderung individualis..
Tim KKN desa ada 20 orang, itu udah termasuk ane dan anak-anak kelas karyawan. 8 cowok dan sisanya cewek. Itupun tidak semuanya selalu ada di posko, kita membuat kesepakatan agar yang kelas karyawan pun masih bisa fleksibel. Ya paling seitar 12-13 orang yang stay di posko. Selama KKN kita tinggal di 1 rumah kosong tepat di depan rumah pak H. Umar, salah satu tokoh desa yang letaknya paling atas dan paling nanjak. Kita tinggal satu rumah 2 lantai, dimana lantai bawah dikhususkan untuk anak cowok sedang yang diatas untuk anak cewek. Sempat ada kecurigaan dari warga sekitar, namun berhasil kami jelaskan.
Walaupun kita udah kenal satu sama lain tapi tetap saja ada rasa canggung satu sama lain. Enggak enak lah, apa lah apalagi kalau sudah ngomongin senior-junior. Ane udah kayak yang paling dituakan. Haha
Kendala ada pasti, apalagi bahasa. Ane orang Jawa-Cirebon. 4 tahun di Bandung sedikit-sedikit paham bahasa Sunda. Tapi ya gitu, walau ngerti bahasa Sunda, itupun bahasa Sunda pergaulan ala-ala barudak Bandung. Jujur, bahasa Sunda di tempat KKN benar-benar lemes (halus). Berhubung ane orangnya sok ramah dan SKSD, ane pernah salah komunikasi ke warga pas ngobrol basa-basi. Kata temen yang Sunda, katanya yang ane omongin tadi itu bahasa kasar. Haduh, ampun pak.. >.<
Tapi untungnya si bapak ngerti, haha :D
Balik lagi ke masalah KKN. Banyak kenangan yang nyangkut di otak ane sampe sekarang. mulai dari pas keberangkatan sampe pas perjalanan balik ke Bandung lagi. mungkin ga bisa ane ceritain semua karena bakal kepanjangan kalo diceritain disini semua. ane akan tulis beberapa kenangan yang menurut ane paling seru yang terjadi selama ane KKN.
PERTAMA...
Entah apa yang mendorong koordinator KKN tergerak hatinya untuk menyewa bus besar yang akan membawa anak-anak KKN sampai ke desa tujuan, tapi itu bukan ide yang baik. Karena bus tidak muat di jalan desa, dan akhirnya kita harus turun di bawah (kecamatan) sebelum naik-naik ke desa tujuan. Alhamdulillah setelah pembekalan di kecamatan, dapat tumpangan mobil dari salah satu teman yang membawa (sebelum kenal, ane selalu manggil teman satu ini dengan sebutan duo srigala) walaupun pasedek-sedekan karena banyak yang terlantar. Piss :v
Gilaaa, perjalanannya naik turun disertai banyak tikungan tajam. Mobil yang sarat penumpang membuat kita untuk semakin mengingat Tuhan, ya Allah lindungi kami hingga tiba di posko KKN.. :v
KEDUA...
Cinlok? Jika di cerita-cerita KKN orang, banyak yang bilang bakal adanya cinlok sesama mahasiswa. Ane berharap banget dari cerita ini, eh tapi yang diharapkan tak kunjung datang. Adanya juga cinta lokasi antara mahasiswa dengan kembang desa. Wkwk :v
Sebut saja, Mr. MR dengan Neng Nong. Cerita keduanya berawal bukan dari adegan MR tidak sengaja menabrak Neng Nong yang sedang memburu layang-layang yang putus, ataupun Neng Nong yang sedang mandi di sungai lalu terlihat oleh MR, tapi wow lebih dari itu. Bahkan, cerita cinta diantara keduanya layak dinaikan menjadi film yang bakal menggugah hati bagi tiap-tiap insan manusia. Huahuahua :v
Jadi, mitos bahwa sesama anggota KKN bakal ada cinta lokasi adalah BOHONG!!! Yang jomblo ya tetap jomblo, yang punya pacar yan kudu LDR’an :v
KETIGA...
Konflik? Aaadaaa.! Bahkan melebar hingga ke rapat tertinggi tiap kita akan ngadain kegiatan. Sebagai yang dituakan dalam kelompok, ehemmm. Ane berusaha menjadi juru damai, diplomat, dan mendamaikan kedua belah pihak dengan cara ngobrol dari hati ke hati. Ane selalu tekankan, masalah pribadi saya hargai tapi tolong pliss kita harus belajar professional, ok? Setiap akan membawa masalah pribadi dalam forum, ane selalu mengingatkan. Ayo kegiatan kita selanjutnya itu ini. Jangan fokus ke pribadi. Ada yang terima, mungkin ada juga yang engga. Wajar yeeyyy :v
KEEMPAT...
Nah ini yang paling nyesek, hiks hiks hiks. Sehari menjelang penutupan KKN, laptop ane mengalamai keajaiban. Layar laptop membentuk peta desa, warna putih, dan retak-retak. Astaga, ane baru menyadari pas dini hari padahal siang sebelumnya masih bagus. Ane cuman diem, bengong, ane kira mimpi, entah berapa kali dinyala-matikan, nyala-matikan, nyala matikan, hingga ane sadar dan berusaha untuk ikhlas. Ngga bisa bilang apa-apa, cuman bisa memfoto tampilan laptop dan upload di instagram dengan kata-kata sok bijak dan tegar walaupun dalam hati pengen banget ngomong kurang ajar. Lumayan sih di foto IG ini, banyak yang ngasih love. Wkwk -_-
KELIMA...
Salah satu musuh terbesar anak komunikasi adalah MISS-COMMUNICATION. Bukan Miss Komunikasi ala ajang kecantikan ya. Tapi adanya kesalah pahaman dalam menyampaikan pesan = mis komunikasi, apalagi dengan perangkat desa dan warga dan itu menjelang kita pamit pulang. Haduh, pusing tujuh keliling. Ane langsung cari cara bagaimana menjelaskan hal itu kepada warga. “Aku bisa menjelaskan yang sebenarnya, percayalah..” ala sinetron penuh hikmah. Kalau udah nemuin hal kayak gini, ada baiknya langsung membicarakan dengan pihak terkait agar tidak melebar. Ane relain ke dusun paling jauh dari desa untuk menjelaskan hal kayak gini. Ane punya ekspektasi, jangan sampai kita meninggalkan desa dengan beragam masalah, tinggalkan kesan kita yang terbik.
KEENAM..
Malam terakhir kita membuat panggung hiburan itupun dengan bantuan warga. Pokoknya di bagian ini ane boleh lah kasih puluhan jempol bagi warga. Gotong royong dan panggung yang dibuat dengan secara tradisional bukan panggung kayak di kota-kota. Malam itu walaupun hujan turun cukup deras, tetapi warga cukup antusias. Acara dimulai dari sore hari dengan penampilan tari kreasi anak-anak dengan dipandu oleh MC formasi angka 10 (Ipin-Dyah :v). kita juga memberikan kenang-kenangan berupa plakat. Acara malam diisi kebanyakan oleh warga sekitar, kita cuman bisa memberikan sebuah film pendek yang berisi dokumentasi kegiatan selama KKN. Ada tangis, dan tawa kita menikmati malam itu diakhiri dengan penampilan anak-anak KKN.
TERAKHIR...
Momen kegiatan KKN selalu membawa kenangan, tawa anak-anak ketika kita datang pertama kali SD untuk ikut mengajar, dan tangis ketika kita pamit. Warga sekitar yang rutin mengadakan pengajian tiap malam jum’at, jujur ane kangen dengan makanannya, haha.
Yang pasti kita amini bersama, selama KKN kita berasa menjadi orang yang penting dan sok sibuk, serasa kalau kita nggak jalan ya negara bakal bubar. Konflik mah biasa, antar pribadi, kelompok, desa ataupun yang lain wajarr..
Teman-teman KKN menimbulkan kenangan dan kesan, Onti yang baik hati yang selalu membuat kita tertawa dengan tumpukan J-CO, Ipin yang nggak mau kalah ngomongin kaka dan mantan, Uci yang selalu kalah main monopoli tetapi selalu mencoba sabar, teh pipit yang kalah dalam ular tangga komo masalah rumah tangga, teh ei yang selalu curhat dosen pembimbing, teh sumay guru ngaji idola anak-anak, teh pitri yang hobi bawa peralatan dapur, mbak amira yang siap jadi kurir, yani bendahara killer haha, erni ibu ketua, diyah yang sibuk jadi pejabat, desi yang selalu dibully, wkwk..
Geng cowok juga nggak kalah, bangki kembaran Tatan, Reno-Wawa duet maut pendengar setia night mare, Uju yang hobi denger koplo dan lagu korea, Iji yang selalu setia dengar ceramah ane dan diskusi agama sebelum tidur, jamal ahlinya permainan anak-anak, dan angga tukang foto yang sibuk bolak balimm subuh. Haha :v
Egaliter dan egois wajar dalam hidup. di KKN, kita bisa belajar bahwa tidak selamaya sinyal T-S*l kuat, apalagi kalau udah hujan. Kabut yang selalu datang tiap pagi dan sore, kudu bisa manajemen kondisi tubuh. Anak-anak desa yang kuat pulang pergi naik dan turun gunung tanpa ngeluh 'mah, pesenin ojek online dong..' :v
But, walau nggak semua cerita KKN termasuk pengalaman menyenangkan, tapi kalo buat ane itu semua cukup bisa jadi kenangan yang nyantol lah. Walaupun kepaksa ikut KKN tapi harus ane akuin, kalo ane kadang merindukan saat-saat itu.
Miss You, aku kangen kowe kabeh.. :D
Lama ngga berbagi cerita, entah kenapa malam ini ane keinget pas jaman-jaman KKN 2 bulan yang lalu. Disini, ane bakal sedikit cerita suka duka selama KKN. BTW, KKN di beberapa kampus memang sudah menjadi kewajiban bagi tiap-tiap mahasiswa. Awal ane ikut KKN juga cuman sebagai persyaratan ikut sidang skripsi.
Nah gini ceritanya. Kalau biasanya KKN dilakukan secara bersama-sama antar fakultas tetapi beda dengan yang ada di fakultas ane. Hanya khusus satu fakultas saja yang ikut KKN atau diartikan sebagai KKN Mandiri (: bukan nama bank ye). Ada plus minusnya, plusnya kita udah kenal satu sama lain, minusnya ya elu lagi elu lagi. Wkwaw.. :v
Tetapi kenal akrab di kampus bukan jaminan bakal akrab juga di desa kita KKN. Nah lho? Baca dulu aja yee :D
Nah tahun ini KKN dilaksanakan periode Januari – Februari 2017. Pesertanya mahasiswa 2 angkatan dari 3 jurusan di FIKOM (Jurnalistik, Perpustakaan, dan PR). Pas itu, ane sendiri lagi sibuk-sibuknya dengan bab 4 skripsi, jadi pas KKN juga sempet-senpetnya ngerjain skripsi. Makanya, agak kepaksa juga ikut KKN. Kalau bisa diganti sih ya pengen diganti aja, pikir ane saat itu.
Nah, KKN kali ini berada di Kab. Sumedang, tepatnya di desa Tegalmanggung, Kec. Cimanggung. Ane KKN cuma 30 hari, itupun kepotong ijin libur lainnya yang praktis bikin waktu KKN semakin berkurang. Warga kampungnya ramah-ramah, beda deh kalau dibandingkan dengan segelintir warga kota yang cenderung individualis..
Tim KKN desa ada 20 orang, itu udah termasuk ane dan anak-anak kelas karyawan. 8 cowok dan sisanya cewek. Itupun tidak semuanya selalu ada di posko, kita membuat kesepakatan agar yang kelas karyawan pun masih bisa fleksibel. Ya paling seitar 12-13 orang yang stay di posko. Selama KKN kita tinggal di 1 rumah kosong tepat di depan rumah pak H. Umar, salah satu tokoh desa yang letaknya paling atas dan paling nanjak. Kita tinggal satu rumah 2 lantai, dimana lantai bawah dikhususkan untuk anak cowok sedang yang diatas untuk anak cewek. Sempat ada kecurigaan dari warga sekitar, namun berhasil kami jelaskan.
Walaupun kita udah kenal satu sama lain tapi tetap saja ada rasa canggung satu sama lain. Enggak enak lah, apa lah apalagi kalau sudah ngomongin senior-junior. Ane udah kayak yang paling dituakan. Haha
Kendala ada pasti, apalagi bahasa. Ane orang Jawa-Cirebon. 4 tahun di Bandung sedikit-sedikit paham bahasa Sunda. Tapi ya gitu, walau ngerti bahasa Sunda, itupun bahasa Sunda pergaulan ala-ala barudak Bandung. Jujur, bahasa Sunda di tempat KKN benar-benar lemes (halus). Berhubung ane orangnya sok ramah dan SKSD, ane pernah salah komunikasi ke warga pas ngobrol basa-basi. Kata temen yang Sunda, katanya yang ane omongin tadi itu bahasa kasar. Haduh, ampun pak.. >.<
Tapi untungnya si bapak ngerti, haha :D
Balik lagi ke masalah KKN. Banyak kenangan yang nyangkut di otak ane sampe sekarang. mulai dari pas keberangkatan sampe pas perjalanan balik ke Bandung lagi. mungkin ga bisa ane ceritain semua karena bakal kepanjangan kalo diceritain disini semua. ane akan tulis beberapa kenangan yang menurut ane paling seru yang terjadi selama ane KKN.
PERTAMA...
Entah apa yang mendorong koordinator KKN tergerak hatinya untuk menyewa bus besar yang akan membawa anak-anak KKN sampai ke desa tujuan, tapi itu bukan ide yang baik. Karena bus tidak muat di jalan desa, dan akhirnya kita harus turun di bawah (kecamatan) sebelum naik-naik ke desa tujuan. Alhamdulillah setelah pembekalan di kecamatan, dapat tumpangan mobil dari salah satu teman yang membawa (sebelum kenal, ane selalu manggil teman satu ini dengan sebutan duo srigala) walaupun pasedek-sedekan karena banyak yang terlantar. Piss :v
Gilaaa, perjalanannya naik turun disertai banyak tikungan tajam. Mobil yang sarat penumpang membuat kita untuk semakin mengingat Tuhan, ya Allah lindungi kami hingga tiba di posko KKN.. :v
KEDUA...
Cinlok? Jika di cerita-cerita KKN orang, banyak yang bilang bakal adanya cinlok sesama mahasiswa. Ane berharap banget dari cerita ini, eh tapi yang diharapkan tak kunjung datang. Adanya juga cinta lokasi antara mahasiswa dengan kembang desa. Wkwk :v
Sebut saja, Mr. MR dengan Neng Nong. Cerita keduanya berawal bukan dari adegan MR tidak sengaja menabrak Neng Nong yang sedang memburu layang-layang yang putus, ataupun Neng Nong yang sedang mandi di sungai lalu terlihat oleh MR, tapi wow lebih dari itu. Bahkan, cerita cinta diantara keduanya layak dinaikan menjadi film yang bakal menggugah hati bagi tiap-tiap insan manusia. Huahuahua :v
Jadi, mitos bahwa sesama anggota KKN bakal ada cinta lokasi adalah BOHONG!!! Yang jomblo ya tetap jomblo, yang punya pacar yan kudu LDR’an :v
KETIGA...
Konflik? Aaadaaa.! Bahkan melebar hingga ke rapat tertinggi tiap kita akan ngadain kegiatan. Sebagai yang dituakan dalam kelompok, ehemmm. Ane berusaha menjadi juru damai, diplomat, dan mendamaikan kedua belah pihak dengan cara ngobrol dari hati ke hati. Ane selalu tekankan, masalah pribadi saya hargai tapi tolong pliss kita harus belajar professional, ok? Setiap akan membawa masalah pribadi dalam forum, ane selalu mengingatkan. Ayo kegiatan kita selanjutnya itu ini. Jangan fokus ke pribadi. Ada yang terima, mungkin ada juga yang engga. Wajar yeeyyy :v
KEEMPAT...
Nah ini yang paling nyesek, hiks hiks hiks. Sehari menjelang penutupan KKN, laptop ane mengalamai keajaiban. Layar laptop membentuk peta desa, warna putih, dan retak-retak. Astaga, ane baru menyadari pas dini hari padahal siang sebelumnya masih bagus. Ane cuman diem, bengong, ane kira mimpi, entah berapa kali dinyala-matikan, nyala-matikan, nyala matikan, hingga ane sadar dan berusaha untuk ikhlas. Ngga bisa bilang apa-apa, cuman bisa memfoto tampilan laptop dan upload di instagram dengan kata-kata sok bijak dan tegar walaupun dalam hati pengen banget ngomong kurang ajar. Lumayan sih di foto IG ini, banyak yang ngasih love. Wkwk -_-
KELIMA...
Salah satu musuh terbesar anak komunikasi adalah MISS-COMMUNICATION. Bukan Miss Komunikasi ala ajang kecantikan ya. Tapi adanya kesalah pahaman dalam menyampaikan pesan = mis komunikasi, apalagi dengan perangkat desa dan warga dan itu menjelang kita pamit pulang. Haduh, pusing tujuh keliling. Ane langsung cari cara bagaimana menjelaskan hal itu kepada warga. “Aku bisa menjelaskan yang sebenarnya, percayalah..” ala sinetron penuh hikmah. Kalau udah nemuin hal kayak gini, ada baiknya langsung membicarakan dengan pihak terkait agar tidak melebar. Ane relain ke dusun paling jauh dari desa untuk menjelaskan hal kayak gini. Ane punya ekspektasi, jangan sampai kita meninggalkan desa dengan beragam masalah, tinggalkan kesan kita yang terbik.
KEENAM..
Malam terakhir kita membuat panggung hiburan itupun dengan bantuan warga. Pokoknya di bagian ini ane boleh lah kasih puluhan jempol bagi warga. Gotong royong dan panggung yang dibuat dengan secara tradisional bukan panggung kayak di kota-kota. Malam itu walaupun hujan turun cukup deras, tetapi warga cukup antusias. Acara dimulai dari sore hari dengan penampilan tari kreasi anak-anak dengan dipandu oleh MC formasi angka 10 (Ipin-Dyah :v). kita juga memberikan kenang-kenangan berupa plakat. Acara malam diisi kebanyakan oleh warga sekitar, kita cuman bisa memberikan sebuah film pendek yang berisi dokumentasi kegiatan selama KKN. Ada tangis, dan tawa kita menikmati malam itu diakhiri dengan penampilan anak-anak KKN.
TERAKHIR...
Momen kegiatan KKN selalu membawa kenangan, tawa anak-anak ketika kita datang pertama kali SD untuk ikut mengajar, dan tangis ketika kita pamit. Warga sekitar yang rutin mengadakan pengajian tiap malam jum’at, jujur ane kangen dengan makanannya, haha.
Yang pasti kita amini bersama, selama KKN kita berasa menjadi orang yang penting dan sok sibuk, serasa kalau kita nggak jalan ya negara bakal bubar. Konflik mah biasa, antar pribadi, kelompok, desa ataupun yang lain wajarr..
Teman-teman KKN menimbulkan kenangan dan kesan, Onti yang baik hati yang selalu membuat kita tertawa dengan tumpukan J-CO, Ipin yang nggak mau kalah ngomongin kaka dan mantan, Uci yang selalu kalah main monopoli tetapi selalu mencoba sabar, teh pipit yang kalah dalam ular tangga komo masalah rumah tangga, teh ei yang selalu curhat dosen pembimbing, teh sumay guru ngaji idola anak-anak, teh pitri yang hobi bawa peralatan dapur, mbak amira yang siap jadi kurir, yani bendahara killer haha, erni ibu ketua, diyah yang sibuk jadi pejabat, desi yang selalu dibully, wkwk..
Geng cowok juga nggak kalah, bangki kembaran Tatan, Reno-Wawa duet maut pendengar setia night mare, Uju yang hobi denger koplo dan lagu korea, Iji yang selalu setia dengar ceramah ane dan diskusi agama sebelum tidur, jamal ahlinya permainan anak-anak, dan angga tukang foto yang sibuk bolak balimm subuh. Haha :v
Egaliter dan egois wajar dalam hidup. di KKN, kita bisa belajar bahwa tidak selamaya sinyal T-S*l kuat, apalagi kalau udah hujan. Kabut yang selalu datang tiap pagi dan sore, kudu bisa manajemen kondisi tubuh. Anak-anak desa yang kuat pulang pergi naik dan turun gunung tanpa ngeluh 'mah, pesenin ojek online dong..' :v
But, walau nggak semua cerita KKN termasuk pengalaman menyenangkan, tapi kalo buat ane itu semua cukup bisa jadi kenangan yang nyantol lah. Walaupun kepaksa ikut KKN tapi harus ane akuin, kalo ane kadang merindukan saat-saat itu.
Miss You, aku kangen kowe kabeh.. :D























Komentar
Posting Komentar