Setelah sekian lama, ehh baru 4
bulan berlalu menyelesaikan, ane ingin berbagi cerita saat mengerjakan skripsi
dulu. Sekedar berbagi cerita untuk teman-teman yang akan dan sedang berpacu skripsi,
agar selalu semangat dan berjuang menyelesaikan skripsi. Ciyat cyat.. :-D
Ane tergerak untuk menulis ini
setelah melihat fitur kenangan di facebook, tepat setahun yang lalu (15 Mei 2016
sih, tepatnya) melakukan kunjungan lapangan ke komunitas Ahmadiyah di Kuningan.
Komunitas Ahmadiyah inilah inspirasi pertama permasalahan yang ingin ane teliti
untuk kajian skripsi.
Iya, ane memikirkan topik skripsi
jauh ketika pas masih semester 6. Bukan apa-apa sih, target ane emang pengen
lulus cepat. Secepat kilat, wkwk. Alasannya biar nggak usah bayar SPP0 di
semester 8. Jadi kalo ane sidang di semester 7 otomatis semester 8 sudah free. Haha
Menurut peraturan, minimal S1
ditempuh dengan 3.5 tahun. Nggak boleh 3 tahun, apalagi cuman 1.5 tahun. Haha. Nah,
sebenarnya di kampus ane mulai penyusunan skripsi di semester 8, dengan diawali
mata kuliah semeinar proposal di semester 7. Jadi sistematikanya seperti gini.
Semester 7 mengajukan proposal, semester 8 kalau di Acc langsung bisa
mengerjakan (Tentunya setelah mendapat dosen pembimbing, wkwk).
Ok, balik lagi. Karena ada suatu
hal, di fakultas ane mempercepat proses. Jadi, yang biasanya proposal nunggu 1
semester lagi ini mah bisa by pass. Seneng banget ane dapat
kabar gini, memperlancar misi nih. Wkwk
Inget banget ketika persentasi proposal.
Btw, tiap kampus punya peraturan berbeda. Ada yang mahasiswa langsung dapat
dosen pembimbing, jadi mahasiswa bisa langsung konsultasi masalah judul dengan
pembimbingnya. Dan ada pula kampus yang menerapkan. Mahasiswa tidak mendapat
langsung dosen pembimbing, jadi persentasi proposal, setelah lolos, baru deh
mendapat dosen pembimbing. Nah kampus ane menerapkan poin yang kedua gaeesss...
Jadi pas ane bingung menentukan sub
masalah, memang bener hasil pemikiran sendiri. Enaknya memang gitu, mahasiswa
bisa bereksplorasi, tapi minusnya kudu siap-siap dibantai. Huhu
Apalagi pas itu, ane saking
ngototnya pengen cepet, minta maju persentasi proposal di pertemuan pertama
kuliah. Gagap, grogi sudah biasa. Masalahnya pas itu memang sudah ketemu,
tetapi masih umum tidak mendeskripsikan secara khusus. Wassalam, revisi. Bahkan
ketika teman-teman yang lain mendapat Acc cepat, ane masih bolak-balik revisi.
Akhirnya, usaha tak pernah membohongi hasil. Di revisian ke-empat mendapat tanda
tangan acc. Dari yang awalnya membahas “Website Ahmadiyah Sebagai Media Pembentuk
Opini”, hingga mentok di “Strategi Komunikasi Jemaat Ahmadiyah Dalam
Mempertahankan Eksistensi Kelompok“.
Ini belum 100% lolos lho, karena masih ada sidang DBS = Dewan
Bimbingan Skripsi, tujuannya0 ya untuk menentukan dosen mana yang kayaknya
cocok menjadi dosen pembimbing kita. Nah di sidang ini, kita bakal pesentasikan
lagi di depan Prodi dan Fakultas, kita harus benar-benar meyakinkan bahwa kita
mampu menyelesaikan permasalahan yang kita angkat.
Nah, setelah lolos. Harus nunggu
satu bulan lamanya untuk mengetahui dosen mana yang bakal mendampingi kita. ada
yang was-was, pengen dapat pembimbing kayak dosen A, B, terus juga takut
mendapat dosen killer, takut dosen yang didapat nggak sesuai, dan
apalah-apalah. Haha
Alhamdulillah, ane mendapat dosen
yang sesuai memang apa yang ane harapkan, yakni Dr. Yosal Iriantara or Pak Yosal.
banyak yang bilang, beliau super killer, tapi bagi ane beliau tipe orang yang tegas,
tanpa basa-basi, bukan dosen PHP, on-time, pokoknya dosen favorit ane banget. Walau di mata kuliah beliau, ada
satu nilai ane yang membuat sakit hati. Wkwk
Untungnya, untuk dosen pembimbing
kedua ane bisa memilih opsi. Sempat ditawarkan dosen A, tapi ane tolak lebih
memilih dosen B, yakni Sutisna, S.Sos, M.Si, atau biasa dipanggil Pak Tisna. Alasannya
sih simpel, masalah ane sedikit berbau agama dan kontroversi, sedang track
record dosen A untuk masalah pluralisme menurut ane minus, ya jadi pilih aman
aja. Takut bentrok sama ane, entar ane bahas dari sistem komunikasi malah
nyambung kemana-mana. Wkwk :v
Ok, lanjut lagi nih. setelah
mendapat dosen pembimbing, ane langsung gerak cepat mengajukan proposal ke
kedua dosen pembimbing. Dosen pembimbing pertama mah, emang watak dan sikapnya
begitu, tanpa basa-basi, yang penting isi sesuai. Beliau juga salah satu yang
dituakan di fakultas ataupun kampus. dosen yang kedua tahu tentang dosen
pertama, jadi kata beliau yaa manut-manut aja dengan dosen pertama paling
menambahkan saja. “Masalah yang kamu angkat cukup sensitif dan agak berat. Tapi, Bapak mah ngikutin Pak Yosal (Dosbim 1) saja, bapak percaya
dengan kemampuan beliau dalam masalah yang sangat sensitif ini. Paling dari
bapak entar menambahkan”. Horrrreeee..!!!
Ane langsung garcep (gerak cepat.
Pak Yosal langsung meminta draft BAB I - III. Wih, cepet banget
nih dalam hati ane. Wkwk. Nah langsung tancep gas, seminggu kelar dengan bahan
yang SEADANYA. WKwk, dan hasilnya
juga SEADANYA. HAha
Oh iya, salah satu hal yang paling
menyenangkan bimbingan dengan beliau adalah. Kita ngga harus menunggu berjam-jam
untuk konsultasi bimbingan dengan beliau, “Taruh saja drft-nya di mmeja bapak,
entar bapak periksa”. Ngumpulin hari rabu, kamis langsung bisa diambil dengan coretan ala-ala dokter. Cepet banget kan, haha. Iya, emang prinsip beliau ketika
menjadi dosen pembimbing adalah beliau akan membantu mahasiswa yang benar-benar
niat mengerjakan. Dan akan mempersulit bagi mahasiswa yang hare-harap (bermalas-malasan) Wow, super kan. Haha
Revisian, iya Rata-rata di BAB II
tentang Kajian Teori. Harus lebih mendalam kaitan dengan Komunikasi dan
tentunya Judulnya. HAha.
Sekali, dua kali, sampe cuman tiga kali revisi. Puji
Tuhan banget, di ajukan ke Pak Tisna juga beliau paling revisi dari layout
dan tata bahasa penulisan. Pokoknya, dipermudah banget sumpah dengan
kedua dosen pembimbing ini. Kalau dihitung-hitung, cuman menghabiskan 10 bulan
untuk acc BAB I-III. Mulai menulis BAB I akhir Oktober, dan ACC
BAB I-III di akhir November. awal Desember ane udah mulai mikir-mikir untuk BAB
IV yakni PEMBAHASAN, yang harus melakukan penelitian.
Ane mulai koordinasi dengan JAI
Manislor, Kuningan yang akan menjadi tempat ane penelitian selama 4 hari.
Untuk mengambil sampel komunitas. Ane udah mikir apa yang bakal terjadi, Udah
lah, nawwaitu
saja, banyak yang menakut-nakuti. Walau dulu sempat berkunjung, tetapi berbeda.
Dulu bersama rombongan dan cuman setengah hari, nah kalau sekarang udah sendiri 4 hari pula. WKwk :D
Pengalaman penelitian di JAI
Manislor, sebelumnya sudah pernah saya tulis. Nah, ini dia..
Ok lanjuuuuttt ke skripsi. Setelah
melakukan penelitian, nah ini BAB yang paling males. Menulis hasil penelitian,
untuk menyiasati ini ane memilih untuk pulang kampung dulu. Berharap setelah
melihat keluarga secara langsung dapat memberikan semangat lagi. Tapi ehh tapi,
tetap aja, buka laptop > dengerin wawancara narasumber. Parahnya, 9
narasumber yang di wawancarai menjawab hal yang hampir sama, dan rata-rata 1 org
narasumber 10 jam. Tah, bayangin tuh. Budeg-budege dah kuping lu. Wkwk :v
Ok lah, api semangat untuk beres skripsi
akhir tahun kembali menyala. Ane bela-belain dengerin hasil wawancara 9
narasumber. Untuk mengatasi kebudegan, ane memilih satu orang
narasumber/ hari. Jadi, biar kagak bosen juga. Jadilah, 10 hari transkrip hasil
wawancara. Haha :D
Hasil wawancara udah clear, saatnya
olah data. Ane bela-belain tiap0 malam begadang. Minimal mata baru merem jam 1
dini hari. Kadang bisa sampe subuh, atau pernah juga0 nggak tidur. Wkwk,
perjuangan banget dah..!!
Dan, tanggal 29 Desember alhamdulillah
BAB IV sudah berhasil dikerjakan. Besoknya, ane langsung ngejar ke kampus untuk
ketemu dosen dan menyerahkan hasil penelitian. Saking ngebutnya beres BAB IV
akhir tahun sampe lupa, kalau tanggal 30 sudah diliburkan. WKwk, alhasil ane
cuma bisa nemuin meja kosong, dan staff yang sedang beres2, ane coba tanya ke
staff yang bersangkutan dan dijawab, “Bapak (Yosal) sudah libur, taruh saja di meja0 beliau”
Fyuuh, ga papa
lah. Ane menanti banget hari senin tgl 3 Jan sambil berdoa semoga bapak sudah memeriksa
draft
BAB IV. WKwk. Ane emang deg-degan untuk BAB IV, menurut kaka angkatan banyak
mahasiswa yang dibimbing oleh Pa Yosal mendapat kritikan pedas secara langsung
yang kadang nggak enak untuk di dengerian. Nambah deg-degan dong. Ane mikir
kemana-mana dan udah siap apapun resikonya, kalau disuruh balik penelitian juga
oke lah yang penting selesai BAB IV.
Tanggal 3, sehabis ashar. Ane emang
sengaja memilih waktu ashar. Waktu dimana ruangan dosen sudah sepi, jadi kalau
semisal dimarahin juga ane nggak malu di depan dosen yang lain. HAha
Perlahan ane masuk, dan ruang dosen
terlihat sepi, Pak Yosal-pun tak terlihat. Ane mencoba untuk mendekati meja
beliau, dan melihat tumpukan draft skripsi/ thesis anak-anak,
nggak cuman ane ya. Ane bolak-balik cari draft BAB IV ane, dan ahhha..
akhirnya ketemu juga.
Kaget, gugup, dan tak percaya. BAB
IV yang baru ane buat ternyata langsung mendapat ACC, tanpa melewati tahap revisi seperti di bab-bab sebelumnya. Ane
mau jingkrakan langsung berhasil melewati tahap ini. tapi ane ngga yakin, ane
coba cari-cari Pak Yosal, dan ketemu di ruang TU Fakultas. Ane kembali bertanya
untuk meyakinkan, dan apakah bisa langsung melanjutkan BAB V/ terakhir. Jawab
beliau singkat, “Iya, lanjutkan BAB0 V”. Horrreee…!!!
Ane kembali semangat untuk menulis
BAB V. Untuk ke Pa Tisna memang beliau hanya meminta hasil yang sudah disetujui
oleh Pa Yosal, jadi nggak perlu harus ketemu langsung denga beliau. BAB V
beres, dan melangkah ke lembaran-lembaran pelengkap. Dan, sebelum semester 7 berakhir,
atau tepatnya tanggal 10 Januari ane sudah menyelasikan skripsi. Wowo, nggak
nyangka banget bisa menyelasikan skripsi hanya dalam kurun tak lebih dari 3
bulan. Puji Tuhan!
Senang, sekaligus sedih. Senang,
bisa selesai sesuai target. Sedih, karena ane tetap kudu bayar SPP semester 8
walaupun sudah menyelesaikan skripsi di semester 7. Naha cik? Ditunggu di
tulisan selanjutnya weh. Ok? Wkwk







enak banget bro, saya aja mau ketemu dospem susahnya minta ampun, drama dulu, debat dulu, di wa gadibales. mau nangis tapi gabisa. Ini semua masalah waktu bro, ga logis banget kalo lulus ga tepat waktu karena karena dosennya susah, ga kooperatif walaupun udah kita turutin kemauannya :(
BalasHapus