Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Perjalanan 11 Jam : Curug Cimahi dan Floating Market

4 tahun menetap di Bandung baru kali ini nympetin main ke Floating Market dan Curug Cimahi, Lembang. Bukan tanpa sebab sih, selama ini niatan untuk 'hang out' itu selalu ada. Cuman ada saja batasan-batasannya, dari ngga ada transportasi lah, ngga ada duit lah, ngga ada cewe lah, belum punya mertua lah, ngga dibolehin tetangga lah, bla bla. Kalau untuk sekarang, hambatan terbesar itu 'waktu'. Bahkan, gara-gara 'TIME' ini gue harus rela disindir dosen karena hobi banget telat ngumpulin tugas.. ''Maaf pa, telat ngumpulin'' ''Oh iya, kenapa telat'' jawab dosen ''Sibuk pa'' ''Sesibuk apa sih sampe ngga sempet ngerjain tugas?'' dosen mulai kepoo, udah kaya cewe yang lagi PMS nanyain cowoknya ''Sesibuk apa sih sampe kamu ngga ada waktu buat ngabarin aku, aku tuh ngga bisa diginiin. Kita putus!'' Jreeeeeenngggg, padahal sejam sebelumnya chat via whatshap sayang-sayang-an >.< ...

Ahok dan Fenomena Kepemimpinan Non-Muslim

Basuki Tjahaja Purnama kembali menarik perhatian publik. Sosok yang dikenal dengan Ahok ini bersama relawan pendukungnya memantapkan langkah untuk menuju tangga DKI 1 hingga 2022 mendatang. Bukan hal mudah bagi seorang Ahok dalam memuluskan pencalonannya. Dari pantauan di jejaring sosial, isu agama masih menjadi perdebatan sengit diantara pendukung dan yang menolak. DKI Jakarta notabene mayoritas penduduknya beragama Islam, sedang Ahok seorang Nasrani. Bagaimana sebenarnya pandangan Islam dalam melihat fenomena kepemimpinan non-muslim? Dalam buku terbitan Graha Ilmu tentang ‘Partai Politik Islam’ tulisan Ridho Al Hamdi. Ada beberapa kriteria dan syarat pemimpin menurut para cendekiawan muslim. Pada masa pertengahan Islam, Ibnu Khaldun menyebutkan lima syarat kepala Negara yakni memiliki pengetahuan yang luas, adil, mampu melaksanakan tugas, sehat fisik dan memiliki pancaindera yang lengkap serta berasal dari kaum Quraisy (keturunan Nabi). Pendapat terus berkembang, Ibnu T...

Catatan 3 Jam : Nyasar di Jalan 1 Arah Cihampelas, Mampir ke Teras Cikapundung, Berkunjung ke Balaikota

Lama vakum di Blog, baru nyempetin ngabsen coretan di Tahun Monyet Api. Awalnya sih tujuan kita cuman mau ke Pameran Foto Jurnalistik karya Dedi Sugandi (wartawan senior PR) tanggal 16-19 Maret di Novotel Hotel, Cihampelas. Berhubung kita 'non-pribumi' alias bukan asli Bandung alhasil perjalanan menuju ke tekape terasa seperti pencarian kitab suci ke barat. Padahal di Bandung udah 4 tahun lebih, tapi tetep aja nyasar. Berikut kronologisnya, selamat menyimak.. :-D  13.00 : Dari Kampus ke Cihampelas, via Pasopati 13.30 : Cihampelas muter-muter nyari lokasi, buka google map tidak memungkinkan ( yang satu lelet, satunya lagi ga ada kuota ) :v 13.50 : Nyampe Novotel > masuk lobby > cilang cileung :3 14.00 : Balik dari Novotel > Teras Cikapundung (Baru sempet nengokin, katanya bagus) :v 14.10 : Cihampelas - Dayang Sumbi, via Tamansari ditutup ada wisuda Unisba 14.15 : Dayang Sumbi, mampir ke Teras Cikapundung. Masih satu lokasi sama Baksil ...